Turunnya Gelar Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX

Bertepatan Purnamaning Sasih Kepitu, di Pura Besakih, Sri Brahmaraja Wilatikta XI selaku Penglingsir Puro Suryo Majapahit Trowulan Jawa Timur,trah Raja Majapahit mengadakan kegiatan Yadnya mengusung pratima Ratu Mas Tri Bhuwana Tungga Dewi sebagai wujud bakti umat Siwa Budha terhadap leluhur Majapahit. Kekaguman Brahmaraja pada  Pura Agung Besakih ditandai upacara sujud syukur atas terpilihnya Bali sebagai Majapahit kecil yang nantinya akan membawa kebangkitan Majapahit.

Terlebih fenomena alam telah menunjukkan ciri Sabda Palon Nayogenggong dan Jongko Joyoboyo terbukti.“Kita akui sebagian besar rakyat Bali adalah keturunan Brahmana dan Ksatria Majapahit. Ini salah satu skenario Ratu Majapahit Tri Bhuwana Tungga Dewi ketika mengirim para Brahmana dan Ksatria Majapahit ke Bali jauh sebelum Majapahit hancur. Kini 500 tahun telah terlewati. Dan mari kita berdoa agar Nusantara tetap jaya.”ungkap Brahmaraja.Tepat pukul 23.00 Wita  muncul kerawuhan ketika Brahmaraja menurunkan Topeng Gajah Mada dan Topeng Kebo Iwa, yakni dengan tedunnya Patih Gajah Mada yang memberikan pesan dan nasehat pada umat yang memenuhi areal pelinggih Ratu Mas. Inti dari  pesan leluhur adalah bahwa mulai (31/12) Gajah Mada dan Kebo Iwa sudah bersatu membangun Nusantara, dan Pura Besakih menjadi pusat spiritual dunia dimasa depan.

Setelah proses mendak Tapel Gajah Mada dan Tapel Kebo Iwa, Sri Brahmaraja Wilatikta XI dihadapan Pratima Ratu Mas Magelung ( Tribhuwana Tungga Dewi) menghumuskan Keris Pusaka Kerajaan Majapahit, dan dihadapan ribuan pemedek melantik Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS. “Sesuai petunjuk dan perintah niskala Ratu Tribhuwana Tungga Dewi ditanah Jawa, kami melantik Sdr.Wedakarna dengan gelar Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX dan mulai saat ini saudara berhak untuk menggunakan gelar Raja Majapahit Bali. Saya harap saudara Wedakarna tidak menolak gelar dan tugas ini untuk menghindari sanksi niskala. Anda punya tugas mahaberat”ungkap Brahmaraja yang diiringi dengan kerawuhan massal di Pura Besakih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: