Pesan 1

Mengeluh

Suatu hari, seorang murid Guru Zen mengeluh kepada Sang Guru atas kelakuan kakak seperguruannya.

“Guru, aku mulai tidak suka akan kelakuan kakak seperguruan. Ketika berbicara, dia selalu membicarakan kejelekan orang lain. Bukankah hal itu tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang murid Buddha?”

Mendengar keluhan muridnya itu, Guru Zen tersenyum dan menyuruhnya untuk bermeditasi mengamati batinnya.

Keesokan harinya, murid tersebut menghampiri Guru Zen.

“Guru, sewaktu meditasi, aku memperhatikan bahwa batinku dipenuhi dengan kebencian. Setelah bermeditasi agak lama akhirnya aku bisa mengendapkan kebencian itu. Namun, setelah kebencian itu mengendap, muncul kebingungan dalam batinku.”

Mendengar hal itu, Guru Zen tersenyum dan menyuruhnya untuk melanjutkan meditasinya.

Keesokan harinya, murid tersebut kembali menghampiri Guru Zen.

“Guru, setelah bermeditasi agak lama, aku sudah bisa mengendapkan kebingungan dalam batinku. Setelah kebingungan mengendap, timbul rasa kasihan kepada kakak seperguruanku itu. Aku pun sadar bahwa tak seharusnya aku mencela kesalahan orang lain. Yang harus aku lakukan adalah terus memperbaiki diri.”

Guru Zen berkata, “Bagus. Demikianlah seharusnya kamu harus melatih diri.”

————————————————————————————————

Membawa gadis menyeberangi sungai

Guru Zen Jepang Tanzan dan rahib muda Ekido bertemu dengan seorang gadis cantik yang tidak bisa menyeberangi sungai kecil.

Tanzan : Aku akan menggendongmu menyeberangi sungai. (kata Tanzan kepada gadis tersebut)

Setelah di seberang sungai.
Gadis : Guru, terima kasih dan selamat tinggal.

Tanzan dan rahib muda Ekido kemudian meneruskan perjalanan. Setelah setengah hari perjalanan. Rahib muda Ekido berkata

Ekido : Guru, kita bhiksu tidak boleh mendekati perempuan. Mengapa tadi anda menggendong gadis tersebut ?

Tanzan : Gadis mana yang kamu maksud ? Aku sudah menurunkannya sejak tadi. Mengapa anda masih memikirkannya ?

Catatan : : Orang yang menggendong gadis tersebut melakukan tanpa nafsu. Dia melakukannya dengan spontan dan tanpa pamrih. Bukankah rahib muda yang punya nafsu ?

————————————————————————————————

Penyesalan

Suatu hari, Guru Zen diminta oleh seorang pedagang agar menasihati isterinya yang tidak mau makan sejak tiga hari yang lalu. Isterinya diliputi kesedihan dan penyesalan yang teramat dalam akibat kematian anak keduanya karena sakit.

“Seandainya aku segera membawa anakku ke tabib, tentu anakku tidak akan mati. Ini semua salahku,” pikiran ini yang terus terngiang-ngiang di kepala isteri pedagang itu.

Guru Zen berkata kepada isteri pedagang itu: “Jangan kamu sesali apa yang sudah berlalu. Makanlah, agar kamu bisa tetap hidup.”

“Saya tidak bisa memaafkan diriku sendiri Guru. Saya merasa tidak layak untuk hidup,” balas isteri pedagang itu.

“Anakmu yang telah mati tidak akan hidup lagi. Tak ada gunanya kamu larut dalam penyesalan. Kamu masih mempunyai kesempatan untuk menjadi ibu yang lebih baik bagi anak-anakmu yang lain.”

Istri pedagang itu pun merenungkan kata-kata Guru Zen.

“Janganlah hidup dalam bayangan masa lalu. Hiduplah di saat ini dan lakukan apa yang terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini.”

————————————————————————————————

Keheningan

Empat murid Guru Zen berencana untuk bermeditasi dengan khidmat dengan kesepakatan untuk tidak berbicara sepatah kata pun. Menjelang malam pada hari pertama, api lilin tertiup angin dan kemudian mati.

Murid yang pertama berkata, “Oh, tidak! Lilinnya mati.”

Murid yang kedua berkata, “Bukankah kita sepakat untuk tidak bicara?”

Murid yang ketiga berkata, “Mengapa kalian berdua merusak keheningan?”

Murid yang keempat tertawa dan berkata, “Haha, hanya saya saja yang tidak berbicara.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: